BATANG KELAPA SEBAGAI ALTERNATIF MENGATASI KEKURANGAN BAHAN BAKU KAYU

Indonesia, berdasarkan data tahun 1997, memiliki 4.640.000 pohon kelapa yang tidak produktif. Batang kelapa yang cukup besar ini akan mampu menghasilkan satu juta m3 kayu per tahun. Jumlah ini setara dengan 2,5 % dari kebutuhan bahan baku kayu bagi industri kehutanan Indonesia.

Batang kelapa memiliki sifat yang bervariasi dan mencolok mulai dari bagian tepi batang ke arah bagian dalam dan dari bagian pangkal batang ke arah tajuk. Pangkal batang pada umumnya memiliki sifat kekuatan dan keawetan yang lebih baik dibanding bagian dalam dan ujung batang.

Ada tiga alasan yang menyebabkan batang kelapa dapat dijadikan alternatif pengganti kayu, yaitu program peremajaan kebun kelapa akan berhasil dengan baik jika pohon kelapa yang sudah ditebang dikeluarkan dari kebun, batang kelapa yang tidak dikeluarkan dari kebun akan menjadi sarang kumbang gerek. Dengan pengolahan yang benar batang kelapa akan menghasilkan kayu yang bisa bersaing dengan beberapa kayu jenis konvensional.

Berat jenis batang kelapa sepanjang bagian tepi batang 0,6 dan hal ini lebih besar dari berat jenis kayu meranti merah (0,53), sedangkan bagian dalam batang kelapa berat jenisnya + 0,4 yang berarti lebih kecil dari meranti merah, atau bagian dalam batang kelapa ini setara dengan kayu jelutung atau terentang. Batang kelapa bagian pangkal batang kekuatannya dapat disamakan dengan kayu balau, kempas atau sonokeling.

Kayu kelapa mudah digergaji, apalagi ketika masih segar (basah). Kayu kelapa tidak rentan terhadap serangan serangga penggerek kayu. Tanpa pengawetan batang kayu kelapa akan tahan cukup lama bila diproteksi dari cuaca.

Batang kelapa ini, sebagai substitusi kayu, dapat digunakan sebagai bahan bangunan, perabot rumah tangga, alat perkakas, barang kerajinan, dan sumber energi yang berupa arang. Disamping itu batang kelapa juga memiliki nilai estetika yang unik.

Tulisan ini disarikan dari tulisan populer yang berjudul “Pemanfaatan Batang Kelapa untuk Memperkecil Defesit Pasokan Kayu” oleh Dr Osly Rachman dan Jamaludin Malik, S.Hut.

About mejagambar

Ali kusmayana, Seorang arsitek yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan meja gambar. Merancang dan membangun hunian idaman, yang menjadi kebanggaan penghuninya
This entry was posted in Artikel and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s